Gresik – Kabupaten Gresik memiliki ragam kuliner khas yang terus menarik perhatian para pencinta wisata rasa. Salah satu yang tak pernah sepi pengunjung adalah Warung Bu Iin yang berada di Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kecamatan Gresik, tepat di depan bangunan bersejarah Rumah Gajah Mungkur.
Meski hanya berupa lapak sederhana, Warung Bu Iin dikenal luas karena menyajikan gulai ubus, kuliner khas Gresik yang kerap diburu wisatawan maupun warga lokal.
Ubus sendiri biasa dihidangkan dalam berbagai perayaan dan acara adat masyarakat Gresik, seperti Idulfitri, Iduladha, hingga acara syukuran keluarga.
Kerupuk ubus dibuat dari campuran tepung, mentega, dan telur yang diaduk hingga merata, lalu digoreng di atas wajan besar hingga kering dan pipih.
Gulai ubus dapat dinikmati secara langsung atau dipadukan dengan lontong maupun nasi, sesuai selera pelanggan.
“Terkadang kalau kurang kenyang bisa ditambah lontong atau nasi,” ujar pemilik Warung Bu Iin, Agus Lukman Hakim, saat ditemui Minggu (21/12/2025).
Menurut Agus, minat masyarakat terhadap gulai ubus cukup tinggi karena cita rasanya yang unik. Meski sekilas mirip gulai roti maryam dari Timur Tengah, sensasi yang ditawarkan gulai ubus berbeda. Jika roti maryam memiliki tekstur tebal dan berminyak, ubus justru menghadirkan kerenyahan kerupuk yang berpadu dengan gurihnya gulai santan.
Saat digigit, kerupuk ubus memberikan sensasi renyah yang kontras dengan kuah gulai yang lembut dan kaya rasa. Kombinasi inilah yang membuat gulai ubus memiliki karakter tersendiri di antara ragam kuliner Nusantara.
Pada akhir pekan, Warung Bu Iin bisa menghabiskan hingga 75 porsi gulai ubus dalam sehari. Sementara pada hari biasa, penjualannya berkisar antara 50 hingga 65 porsi. Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, yakni Rp 13.000 per porsi.
“Di sini paling ramai saat akhir pekan, sehari bisa laku 75 porsi. Kalau hari biasa 50 sampai 65 porsi,” pungkas Agus.
Source Artikel: www.beritasatu.com
