Indonesia Jadi Raja Kedai Kopi Dunia, Ini Daftar Lengkapnya

Jakarta – Indonesia secara resmi tercatat sebagai negara dengan kedai kopi terbanyak di dunia, sebuah capaian yang mencerminkan kuatnya budaya ngopi sekaligus pesatnya perkembangan industri kopi nasional.

Berdasarkan data global Point of Interest (POI) yang dihimpun hingga November 2025, jumlah kedai kopi di Indonesia tercatat mencapai angka yang sangat besar, melampaui negara-negara dengan tradisi kopi mapan seperti Amerika Serikat dan China.

Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan jumlah usaha kopi yang menjamur, tetapi juga menandai transformasi sosial dan ekonomi. Kedai kopi kini telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari tempat berkumpul, ruang kerja alternatif, hingga wadah diskusi lintas komunitas dan generasi.

Apa yang Dimaksud dengan ‘Coffee Shop’ dalam Data Global?

Dalam laporan statistik global Point of Interest (POI) 2025, istilah coffee shop atau kedai kopi memiliki cakupan yang luas. Data ini tidak terbatas pada kafe modern atau merek terkenal, melainkan mencakup berbagai bentuk usaha kopi yang aktif dan terdaftar dalam sistem pemetaan lokasi global.

Kategori coffee shop dalam data tersebut meliputi:

  • Kedai kopi modern dan jaringan waralaba internasional.
  • Kafe independen dan usaha kopi lokal.
  • Warung kopi tradisional atau warkop yang menyajikan minuman berbasis kopi.
  • Unit usaha kecil yang tercatat sebagai titik lokasi aktif dalam basis data pemetaan (POI).

Dengan definisi tersebut, angka yang ditampilkan bukan sekadar jumlah merek, melainkan jumlah titik usaha kopi aktif yang tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia, baik di kota metropolitan maupun di daerah yang jauh dari pusat urban.

Indonesia Unggul sebagai Negara Kedai Kopi Terbanyak

Hingga November 2025, database global menunjukkan Indonesia memiliki sekitar 461.991 kedai kopi aktif. Jumlah ini menempatkan Indonesia di peringkat pertama dunia sebagai negara dengan jumlah coffee shop terbanyak.

Angka tersebut mencakup berbagai skala usaha, mulai dari warung kopi sederhana hingga kafe berkonsep modern dan internasional. Penyebarannya yang merata dari Aceh hingga Papua menggambarkan kopi bukan sekadar komoditas, melainkan telah menjadi bagian dari budaya, gaya hidup, dan ekonomi kreatif nasional.

Daftar Negara dengan Jumlah Kedai Kopi Terbanyak di Dunia

Berdasarkan data statistik global yang dihimpun oleh Seasia Stats melalui basis data POI serta analisis tren industri kopi, berikut ini daftar negara dengan jumlah kedai kopi terbanyak di dunia per akhir 2025:

  1. Indonesia — sekitar 461.991 kedai kopi.
  2. China — sekitar 190.000 kedai kopi.
  3. Amerika Serikat — sekitar 145.629 kedai kopi.
  4. Vietnam — sekitar 132.294 kedai kopi.
  5. Korea Selatan — sekitar 100.000 kedai kopi (estimasi).
  6. Tailan — sekitar 96.969 kedai kopi.
  7. Brasil — sekitar 85.000 kedai kopi.
  8. Jepang — sekitar 75.000 kedai kopi.
  9. Filipina — sekitar 60.000 kedai kopi.
  10. Meksiko — sekitar 55.000 kedai kopi.

Peringkat ini menunjukkan negara-negara Asia kini mendominasi ekosistem kedai kopi global, tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga dari keberagaman konsep, model bisnis, dan pendekatan budaya terhadap kopi.

Mengapa Indonesia Bisa Menjadi Negara Kedai Kopi Terbanyak?

Ada sejumlah faktor utama yang mendorong Indonesia menjadi negara dengan jumlah kedai kopi terbanyak di dunia, mulai dari aspek kultural hingga pemanfaatan teknologi digital.

1. Budaya ngopi sebagai gaya hidup

Tradisi minum kopi dan nongkrong di warung atau kedai kopi telah lama mengakar dalam masyarakat Indonesia. Kedai kopi berfungsi sebagai ruang sosial untuk bertukar cerita, bertemu rekan, hingga mengadakan diskusi informal.

2. Variasi usaha dari skala mikro hingga modern

Industri kopi Indonesia bersifat inklusif. Warung kopi tradisional hidup berdampingan dengan specialty café modern yang menyajikan kopi single origin Nusantara seperti Gayo, Toraja, Kintamani, dan Flores. Hal ini menciptakan ekosistem kopi yang luas dan beragam.

3. Dukungan digital dan platform online

Perkembangan teknologi digital turut mempercepat pertumbuhan kedai kopi. Platform peta online, layanan pesan-antar, serta media sosial membuat usaha kopi kecil lebih mudah ditemukan dan menjangkau pelanggan.

Saat ini, hampir setiap kedai kopi memiliki kehadiran digital untuk promosi dan interaksi dengan konsumen.

4. Tren konsumsi kopi yang terus meningkat

Meski konsumsi kopi per kapita di Indonesia masih relatif moderat dibanding negara-negara Barat, tren konsumsi terus meningkat seiring pertumbuhan kelas menengah dan gaya hidup urban di kota-kota besar.

Dampak Ekonomi dan Sosial dari Menjamurnya Kedai Kopi

Dengan sekitar 461.991 coffee shop aktif hingga November 2025, Indonesia tidak hanya mencatatkan rekor sebagai negara dengan kedai kopi terbanyak di dunia, tetapi juga menunjukkan kekuatan kewirausahaan lokal, khususnya di sektor UMKM.

Menjamurnya kedai kopi membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor kuliner, penciptaan lapangan kerja bagi barista, pelaku UMKM, dan tenaga pendukung, serta peningkatan kesejahteraan petani kopi di daerah penghasil.

Di sisi lain, kopi lokal semakin dimanfaatkan sebagai identitas budaya dan daya tarik nasional, memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri kopi dunia. Kedai kopi juga berkembang menjadi ruang multifungsi, bukan sekadar tempat menikmati minuman, tetapi ruang belajar, bekerja, berkreasi, dan berinteraksi bagi berbagai lapisan masyarakat.

Status Indonesia sebagai negara kedai kopi terbanyak di dunia bukan sekadar pencapaian statistik, melainkan refleksi dari budaya ngopi yang mengakar, adaptasi teknologi, serta dinamika ekonomi kreatif yang terus tumbuh. Kopi kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial dan identitas modern masyarakat Indonesia.

Source Artikel: www.beritasatu.com