Pati – Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang menggoda selera. Salah satu yang belakangan mencuri perhatian pencinta kuliner nusantara adalah lontong balungan, sajian khas yang dikenal sebagai hidden gem karena lokasinya berada di pelosok desa, tetapi memiliki cita rasa luar biasa.
Warung makan kampung sederhana ini berjarak sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Pati. Meski terletak di lokasi yang terbilang tersembunyi, warung rumahan tersebut kerap diburu pembeli. Perjalanan menuju lokasi pun terasa sepadan begitu seporsi lontong balungan sapi dengan siraman kuah santan tersaji di meja.
Daya tarik utama menu ini terletak pada balungan sapi dengan daging tebal yang masih menempel di tulangnya. Sensasi “krokot-krokot” saat menikmati sumsum dan daging menjadi pengalaman tersendiri. Tekstur dagingnya begitu empuk hingga mudah lepas hanya dengan sekali gigit.
Kelezatan lontong balungan ini tidak lepas dari proses memasak yang memakan waktu lama. Balungan sapi dimasak lebih dari tiga jam hingga dagingnya benar-benar lembut.
Sajian ini makin nikmat dengan kuah santan kaya rempah yang memiliki rasa gurih dan pedas yang menggugah selera makan.
Salah satu pembeli, Kholis, mengaku penasaran setelah melihat lontong balungan ini viral di media sosial. Ia pun rela datang jauh-jauh demi membuktikan kelezatannya.
“Mantap! Kuahnya gurih, balungannya gede-gede. Walaupun warungnya rumahan, rasanya luar biasa enak. Kuah santannya juara, dagingnya empuk saat dikrokot, lontongnya juga pas,” ujar Kholis, beberapa waktu lalu.
Pembeli lainnya, Ahmad Widiyanto, juga memberikan kesan positif. Menurutnya, rasa lontong balungan ini mengingatkan pada masakan tradisional tempo dahulu. “Balungannya empuk, pedasnya pas buat pecinta pedas. Makan ini jadi teringat masakan zaman dahulu,” ungkap Ahmad.
Pemilik warung, Sindung, yang merupakan generasi penerus, menyebut konsistensi rasa menjadi kunci utama agar pelanggan terus kembali. Racikan bumbu aneka rempah yang digunakan tidak pernah berubah sejak dahulu. “Menu andalannya memang lontong balungan. Kuahnya pakai lodeh santan,” jelas Sindung.
Tingginya minat pembeli membuat Sindung harus memasak balungan sapi dalam jumlah besar setiap hari. Pada hari biasa, ia mengolah sekitar 20 kilogram balungan. Namun, saat akhir pekan atau sedang ramai, jumlahnya bisa meningkat hingga 100 kilogram per hari.
Dengan harga Rp 25.000 per porsi, pengunjung sudah bisa menikmati lontong balungan dari warung legendaris Mbah Rum yang telah berdiri sejak 1980-an. Selain balungan sapi, tersedia pula pilihan lain seperti lontong babat, lontong jikil, hingga lontong tahu telur bagi yang tidak menyukai daging.
Menikmati lontong balungan di tengah suasana pedesaan yang asri, apalagi saat hujan turun dan hidangan masih mengepul hangat, menghadirkan sensasi kuliner yang sulit dilupakan. Jika berkunjung ke Pati, hidden gem kuliner di Desa Kropak, Kecamatan Winong ini layak masuk dalam daftar wisata rasa Anda.
Source Artikel: www.beritasatu.com
