Desa Bakaran Wetan Pati Sulap Bandeng Jadi Kuliner Bernilai Tinggi

Pati –  Aroma rempah semerbak memenuhi udara di Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Di salah satu sudut desa yang tersohor sebagai sentra penghasil ikan ini, puluhan warga tampak sibuk dengan wajan dan sutil. Mereka tidak sedang memanen, melainkan beradu kreativitas dalam lomba olahan bandeng.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Bakaran Wetan bersama Kementerian Kebudayaan ini membawa misi khusus. Tujuannya membuktikan bahwa potensi bandeng tak hanya berhenti di kolam budidaya, tetapi bisa bertransformasi menjadi kuliner bernilai ekonomi tinggi.

Sebanyak 12 peserta perwakilan rukun tetangga (RT) ditantang menyulap bandeng segar menjadi hidangan lezat dan estetis. Dari deretan ibu-ibu yang mendominasi meja peserta, satu sosok mencuri perhatian, Edi Wibisono.

Sebagai satu-satunya peserta pria, Edi tampil percaya diri. Jemarinya cekatan meracik bumbu untuk menu andalannya garang asem bandeng. Bagi Edi, kompetisi ini bukan sekadar menang atau kalah, melainkan pembuktian bahwa kaum bapak pun bisa berkarya di dapur demi mendukung desanya.

“Ini buat garang asem bandeng. Acara ini sangat menarik karena Desa Bakaran Wetan adalah desa pengembangan wisata sekarang,” ujar Edi sembari tersenyum optimistis.

Kepala Desa Bakaran Wetan Wahyu Supriyono menjelaskan, lomba ini adalah langkah agar desanya “naik kelas”. Sebagai wilayah yang mayoritas warganya petani tambak, Bakaran Wetan ingin menciptakan ekosistem ekonomi baru.

“Kita mengadakan lomba olahan makanan bandeng ini bertujuan agar masyarakat kita yang mayoritas petani tambak tidak hanya fokus budidaya, tetapi juga harus bisa mengolah berbagai macam masakan,” tegas Wahyu.

Melalui kompetisi yang memperebutkan piala dan uang pembinaan ini, pemdes berharap lahir inovasi produk. Ke depannya, ikan bandeng dari Bakaran Wetan diharapkan tidak hanya dijual mentah, tetapi juga dipasarkan sebagai produk kuliner matang yang siap bersaing di pasar oleh-oleh khas Pati.

Perpaduan bahan baku melimpah, dukungan pemerintah, dan kreativitas warga menjadi modal kuat Desa Bakaran Wetan untuk melaju sebagai desa wisata yang mandiri.

 

 

Source Artikel: www.beritasatu.com