Sukabumi – Tak perlu bepergian ke luar negeri untuk mencicipi melon berkualitas premium dari berbagai negara. Di Kampung Melon Sukabumi, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Jawa Barat, pengunjung dapat merasakan pengalaman memetik langsung buah melon unggulan dengan benih impor dari Belanda, Taiwan, hingga China.
Destinasi agrowisata ini menjadi magnet baru selama libur panjang Natal dan Tahun Baru. Begitu memasuki area greenhouse berbahan bambu yang tertata asri, ribuan buah melon dari berbagai varietas tampak bergelantungan rapi, menghadirkan aroma manis yang menggoda.
Menurut Iman, Honey Globe menjadi varietas favorit pengunjung karena memiliki tekstur renyah dengan rasa manis yang khas. Meski didominasi benih impor, melon lokal unggulan seperti Ladika tetap tersedia bagi pencinta melon nusantara.
“Rasanya sangat manis dan renyah seperti buah pir, tetapi tetap lembut. Varietas ini paling banyak dicari,” tambahnya.
Kualitas melon yang dipetik langsung dari kebun turut memikat pengunjung. Salah satunya Febi Vanisa Agisni (30), ibu rumah tangga asal Desa Cijalingan, yang datang untuk memberikan pengalaman liburan berbeda bagi anaknya.
“Libur sekolah saya ingin anak lebih banyak eksplor alam, bukan hanya ke pusat perbelanjaan atau bermain gawai. Di sini seru, sekaligus edukatif karena jadi tahu jenis melon ternyata sangat beragam,” ungkap Febi.
Ia juga mengakui rasa melon yang dipetik langsung jauh lebih segar dibandingkan melon yang biasa dijumpai di toko buah. “Saya beli tiga jenis, rasanya lebih segar dan berair. Yang paling juara memang Honey Globe,” ujarnya.
Saat ini, pengelola Kampung Melon Sukabumi tidak memungut tiket masuk. Pengunjung hanya membayar melon yang dibawa pulang dengan harga rata-rata Rp 30.000 per kilogram untuk semua varietas.
Dengan omzet mencapai Rp 40 juta per masa panen, Kampung Melon Sukabumi membuktikan bahwa komoditas internasional yang dikelola secara lokal mampu menjadi daya tarik wisata unggulan, sekaligus menghadirkan alternatif liburan yang sehat dan edukatif bagi masyarakat.
Source Arikel: www.beritasatu.com
