Klaten – Kuliner tradisional Nusantara terus menarik perhatian pencinta makanan sehat. Di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, jenang bubur berbahan dasar umbi garut serta plecing sayur pedas segar kini menjadi incaran warga, khususnya kalangan ibu muda yang peduli kesehatan pencernaan.
Jenang bubur garut dikenal memiliki kandungan pati lembut yang dipercaya membantu meredakan asam lambung. Teksturnya halus dengan cita rasa alami, aman dikonsumsi anak-anak hingga lansia. Sementara itu, plecing berbahan sayuran segar dengan sambal khas Jawa menghadirkan sensasi pedas dan gurih yang menggugah selera.
Kartiningsih, penjual jenang bubur dan plecing khas Klaten, menyebutkan dua menu ini paling diminati pelanggannya. “Sayuran seperti krokot dan pilihan lainnya bermanfaat menurunkan gejala stroke. Sedangkan jenang bubur garut bisa membantu menyembuhkan asam lambung,” katanya kepada Beritasatu.com, Kamis (25/9/2025).
Selain dua menu andalan tersebut, warung sederhana ini juga menyajikan beragam pilihan lain, mulai jenang grendul, jenang sumsum, jenang ketan hitam, jenang kacang hijau, hingga jenang mutiara.
“Banyak ibu muda makan di sini, terutama karena manfaat jenang bubur garut untuk asam lambung. Plecing juga kami pilih dari sayuran langka yang kaya manfaat bagi kesehatan,” tambah Kartiningsih.
Harga menu yang ditawarkan pun ramah di kantong. Seporsi bubur garut dijual mulai Rp 6.000, sementara plecing sayur segar dibanderol Rp 7.000. Warung ini buka setiap hari pukul 10.00–16.00 WIB.
Dengan harga terjangkau dan manfaat kesehatan melimpah, jenang bubur garut dan plecing khas Klaten makin digemari, tidak hanya oleh warga setempat tetapi juga wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah.
Neli (38), salah satu pelanggan, mengaku rutin membeli jenang bubur garut karena masalah asam lambung. “Saya pesan jenang bubur garut karena bisa membantu mengatasi asam lambung. Olahan tradisional seperti ini perlu dilestarikan,” ujarnya.
Pelanggan lain, Tyas (45), menambahkan, dia makan jenang bubur garut dan plecing sayur. “Rasanya enak dan harganya sangat murah,” katanya.
Masyarakat berharap kuliner berbahan lokal seperti umbi garut dapat terus dilestarikan, bukan hanya demi kesehatan, tetapi juga untuk mendukung perekonomian pedagang kecil di daerah tersebut.
Source Artikel: www.beritasatu.com
